Kamis, 24 November 2016

Algoritma dan Pemograman

PENGERTIAN ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN
  1. PENGERTIAN ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN
                                   Menurut kamus besar bahasa indonesia terbitan balai pustaka tahun 1988, “algoritma adalah urutan logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah”. Menurut Microsoft Book-shelf, “algoritma adalah urutan langkah berhingga untuk memecahkan masalah logika atau matematika”. Berdasarkan defenisi-defenisi tersebut maka dapat disimpulkan, “algoritma adalah urutan langkah-langkah logis yang berhingga yang digunakan untuk memecahkan masalah”. Langkah-langkah di dalam algoritma harus logis, ini berarti hasil dari urutan langkah- langkah tersebut harus dapat ditentukan, benar atau salah. Langkah-langkah yang tidak benar dapat memberikan hasil yang salah. Menurut Donald E. Knuth dalam bukunya yang berjudul “the art of computer programming”, algoritma harus mempunyai lima ciri penting: 1. Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan sejumlah langkah. Suatu program yang tidak pernah berhenti adalah program yang berisi algoritma yang salah. 2. Setiap langkah harus didefenisikan dengan tepat dan tidak berarti-dua (ambigu). 3. Algoritma memiliki nol atau lebih masukan (input). Masukan adalah besaran yang diberikan kepada algoritma sebelum algoritma mulai bekerja. 4. Algoritma mempunyai nol atau lebih keluaran (output). Keluaran ialah besaran yang memiliki hubungan dengan masukan. 5. Algoritma harus sangkil (efektif). Setiap langkah harus sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam sejumlah waktu yang masuk akal. Algoritma adalah jantung ilmu komputer atau informatika. Banyak cabang ilmu komputer yang diacu dalam terminologi algoritma. Namun demikian, jangan beranggapan algoritma selalu identik dengan ilmu komputer saja. Dalam kehidupan sehari-haripun banyak proses yang digambarkan dalam suatu algoritma.
     2. Realisasi algoritma dalam bahasa pemrograman disebut dengan program. Sedangkan pemrograman adalah kegiatan mengkonversi algoritma ke dalam bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman atau bahasa komputer adalah teknik komunikasi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman adalah suatu set aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Suatu bahasa memungkinkan seorang programmer secara persis menentukan data yang mana akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi. NOTASI ALGORITMA Notasi algoritma merupakan hal dasar yang harus diketahui oleh setiap orang yang ingin membuat suatu pogram, karena dalam notasi algoritma inilah terdapat instruksi atau langkah-langkah suatu program. Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman, karena itu program dalam notasi algoritma tidak dapat dijalankan oleh komputer. Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman, sehingga siapapun dapat membuat notasi algoritma yang berbeda. Ciri notasi algoritma yang baik yaitu dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman. Hal yang penting mengenai notasi tersebut adalah mudah dibaca dan dimengerti. Di bawah ini ada 3 notasi yang umum digunakan dalam penulisan algoritma, yaitu : 1. Notasi Alami 2. Flowchart / Diagram Alur 3. Pseudocode a. Notasi Alami Penulisan algoritma dengan notasi alami adalah dengan cara menuliskan instruksi- instuksi yang harus dilaksanakan untuk memecahkan masalah dalam bentuk untaian kalimat deskriptif.
    3. Dengan notasi bergaya kalimat ini, deskripsi setiap langkah dijelaskan dengan bahasa yang gamblang. Proses diawali dengan kata kerja seperti ‘baca’, ‘hitung’, ‘bagi’, ‘ganti’, dan sebagainya, sedangkan pernyataan kondisional dinyatakan dengan ‘jika…maka…’. Notasi ini bagus untuk algoritma yang pendek, namun untuk masalah yang algoritmanya besar, notasi ini jelas tidak efisien. Selain itu, pengkonversian notasi algoritma ke notasi bahasa pemrograman cenderung relative sukar. Contoh: Algoritma_Menghitung_Luas_Persegi_Panjang Langkah 1: Baca nilai panjang. Langkah 2: Baca nilai lebar. Langkah 3: Kalikan nilai panjang dengan nilai lebar dan berikan nilainya ke hasil. Langkah 4: Tampilkan nilai hasil. b. Flowchart / Diagram Alir Flowchart adalah gambaran dalam bentuk diagram alir dari algoritma-algoritma dalam suatu program, yang menyatakan arah alur program tersebut. Diagram alur lebih menggambarkan aliran instruksi di dalam program secara visual dibanding memperlihatkan struktur program. Notasi diagram alur lebih cocok digunakan untuk masalah yang kecil, untuk masalah yang besar tidak cocok digunakan karena membutuhkan berlembar halaman kertas. Selain itu, pengkonversian notasi algoritma ke bahasa pemrograman cenderung relatif sukar. Berikut adalah beberapa simbol yang digunakan dalam menggambar suatu flowchart : SIMBOL NAMA FUNGSI TERMINATOR Permulaan/akhir program GARIS ALIR (FLOW LINE) Arah aliran program
    4. PREPARATION Proses inisialisasi/pemberian harga awal PROSES Proses perhitungan/proses pengolahan data INPUT/OUTPUT DATA Proses input/output data, parameter, informasi PREDEFINED PROCESS (SUB PROGRAM) Permulaan sub program/proses menjalankan sub program DECISION Perbandingan pernyataan, penyeleksian data yang memberikan pilihan untuk langkah selanjutnya ON PAGE CONNECTOR Penghubung bagian-bagian flowchart yang berada pada satu halaman OFF PAGE CONNECTOR Penghubung bagian-bagian flowchart yang berada pada halaman berbeda Contoh Flowchart:
  5. Flowchart_Menghitung_Luas_Persegi_Panjang c. Pseudocode Pseudo-code adalah notasi yang menyerupai notasi bahasa pemrograman tingkat tinggi, khususnya Pascal dan C. Bahasa pemrograman umumnya mempunyai notasi yang hampir mirip untuk beberapa instruksi seperti notasi if-then-else, while-do, repeat-until, read, write, dan sebagainya. Namun tidak seperti bahasa pemrograman yang direpotkan dengan tanda titik koma, indeks, format keluaran, kata-kata khusus, dan sebagainya, sembarang versi Pseudocode dapat diterima asalkan perintahnya tidak membingungkan pembaca. Keuntungan menggunakan notasi Pseudocode adalah kemudahan mentranslasi ke notasi bahasa pemrograman, karena terdapat korespodensi antara setiap Pseudocode dengan notasi bahasa pemrograman. Sehingga Pseudocode cocok untuk algoritma yang rumit. Contoh notasi pseudocode adalah sebagai berikut: Mulai Selesai Baca nilai panjang Baca nilai lebar Hasil=panjang * lebar Tampilkan nilai Hasil
     6. Algoritma_Menghitung_Luas_Persegi_Panjang DEKLARASI: Panjang : integer Lebar : integer Luas : integer DESKRIPSI: read (Panjang) read (Lebar) Luas Panjang * Lebar write (Luas) Aturan penulisan algoritma dalam notasi pseudocode. Dalam pseudocode algoritma terbagi atas 3 bagian, yaitu : a. Judul Algoritma Judul algoritma adalah bagian yang terdiri atas nama algoritma dan penjelasan (spesifikasi) tentang algoritma tersebut. Nama algoritma sebaiknya singkat namun cukup menggambarkan apa yang dilakukan oleh algoritma tersebut. Contoh judul algoritma: Algoritma LUAS_PERSEGIPANJANG { Menghitung luas persegi panjang. Algoritma menerima masukan panjang dan lebar, menghitung luas, lalu mencetak luas persegi panjang ke piranti keluaran } Keterangan: Algoritma LUAS_PERSEGIPANJANG merupakan judul algoritma, sedangkan yang di dalama kurung kurawal ({ }) merupakan spesifikasi atau penjelasan singkat tentang algoritma luas persegi panjang. b. Deklarasi Bagian deklarasai berguna untuk mendefenisikan semua nama yang dipakai dalam algoritma. Nama tersebut dapat berupa nama tetapan, nama peubah (variable), nama tipe, nama prosedur, dan nama fungsi. Contoh deklarasi:

    7. DEKLARASI { nama peubah (variable) } p : integer { tempat menampung data panjang } l : integer { tempat menampung data lebar } L : integer { tempat menampung data hasil penghitungan luas } c. Deskripsi Deskripsi merupakan bagian inti dari suatu algoritma. Bagian ini berisi uraian langkah-langkah penyelesaian masalah. Langkah-langkah ini dituliskan dalam notasi yang akan di jelaskan pada bab selanjutnya. Misalnya notasi write digunakan untuk mencetak data/informasi, notasi read digunakan untuk membaca data, dan lain sebagainya. Setiap langkah algoritma dibaca dari “atas” ke “bawah”. Urutan penulisan menentukan urutan pelaksanaan perintah. Contoh deskripsi: DESKRIPSI read (Panjang) read (Lebar) Luas Panjang * Lebar write (Luas) Keterangan: Lambang berarti penugasan atau penginputan

Lompat Jauh Gaya Berjalan Di Udara

LOMPAT JAUH GAYA BERJALAN DI UDARA (WALKING IN THE AIR)
1. Pengertian Lompat Jauh Gaya Berjalan di Udara

Lompat jauh gaya berjalan di udara adalah gerakan lompat jauh dengan gaya ketika tubuh sedang melayang di udara gerakan kaki seakan berlari atau berjalan di udara. Gerakan itu dilakukan ketika atlet selesai melakukan tolakan dan tubuh sedang melayang di udara kedua kaki digerakkan seperti orang berlari sampai akhirnya landing kaki menyentuh tanah dan tubuh tetap dijatuhkan ke depan agar tidak mengurangi jauhnya lompatan. Hal ini dilakukan agar dapat menghasilkan lompatan yang lebih jauh. 

Lompat jauh adalah hasil dari kecepatan horizontal yang dibuat ketika lari awalan dengan gaya vertical yang dihasilkan dari perbuatan kaki tolak.


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam lompat jauh adalah:
1.           Kecepatan lari awalan dan besarnya sudut tolakan merupakan unsur-unsur yang menentukan gerak kecapaian jarak lompatan.
2.           Tentukan kecepatan pada waktu akan melompat. Awalan  harus dilakukan dengan secepatnya serta jangan mengubah langkah pada saat akan melompat. Jarak awalan biasanya 30 meter sampai 50 meter. 
3.           Tolakan dilakukan dengan sekuat-kuatnya pada papan tolakan dengan kaki yang terkuat ke atas (tinggi dan ke depan)
4.           Sikap badan di udara, yaitu badan diusahakan harus melayang selama mungkin di udara serta dalam keadaan seimbang.
5.           Sikap badan pada waktu mendarat, yaitu harus diuahakan jatuh/ mendarat dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai jatuhnya badan atau tangan ke belakang, karena dapat merugikan atlet karena yang diukur adalah bagiang tubuh yang paling belakan yang menyentuh tanah.
2. Latihan Teknik Awalan, Tolakan, Sikap Berjalan di Udara dan Sikap Mendarat

Latihan ini dilakukan untuk menunjang latihan lampat jauh untuk mendapatkan hasil lompatan yang sejauh-jauhnya. Latihan diawali dengan:
1.           Lakukan lompatan berturut-turut dengan kaki tolak. bertolak dan mendaratlah di atas kaki ayun yang lain, melangkah dan bertolak lagi. Tujuan latihan ini adalah untuk membiasakan kaki membuat tolakan dengan lengkap.
2.           Latihan sama dengan di atas, dan diselingi dengan fase lari diantara tolakan. Tujuan latihan ini adalah menggabungkan latihan lari awalan dan saat melakukan tolakan.
3.           Latihan lari awalan 5-9 langkah, bertolak dengan gerak kombinasi yang baik dan menahan posisi ini sampai mendarat. Tujuannya adalah memperoleh jangkauan gerak yang baik pada saat bertolak dan memperoleh pelurusan kaki tolak.
4.           Latihan awalan 5-9 langkah, bertolak dengan penekanan pada angkatan dan dorongan dan tahan posisi ini sampai saat terakhir ketika kedua kaki dibawa ke daerah pendaratan. Tujuannya adalah memperbaiki angkatan dan tolakan menambah jangkauan gerak dan belajar gerak pendaratan.\
5.           Latihan lari awalan 5-9 langkah, bertolak dengan dorongan kaki yang kuat dan lutut diangkat dan kemudian mengubah posisi kaki sesaat sebelum mendarat. Tujuannya adalah untuk memperoleh gerak berjalan di udara yang baik.
6.           Setelah gerakan lompatan dianggap benar setelah itu tambahlah jarak lari awalan, Latihlah gerakan secara lengkap. Tujuannya adalah memperbaiki tehnik gerakan lompat jauh gaya berjalan di udara dan gerak kaki terakhir, kaki harus diangkat dan diluruskan ke depan sejauh mungkin.
Hal-hal yang harus diperhatikan/dilakukan dalam melakukan lompat jauh yaitu:
·                     Memelihara kecepatan saat bertolak.
·                     Capailah dorongan yang cepat dan dinamis dari balok tumpuan.
·                     Ubahlah sedikit posisi lari, agar tercapai posisi lari, agar tercapai posisi lebih tegak.
·                     Gunakan gerakan kompensasi lengan yang baik.
·                     Capailah jangkauan gerak yang baik.
·                     Gerakan akhir agar dibuat lebih kuat dengan menggunakan daya yang lebih besar.
·                     Latihan gerakan pendaratan.
·                     Kuasai gerak yang betul dari lengan dan kaki dalam meluruskan dan membengkokkannya.
Hal-hal yang harus dihindari dalam melakukan lompat jauh adalah:
·                     Memperpendek atau memperpanjang langkah terakhir sebelum melakukan tolakan.
·                     Bertolak dari tumit dan dengan kecepatan yang tak memadai.
·                     Badan miring jatuh ke depan atau ke belakang.
·                     Fase melayang tak seimbang.
·                     Gerak kakiyang premature.
·                     Tak cukup angkatan kaki pada pendaratan.
·                     Satu kaki turun mendahului kaki pada pendaratan.